Konvensi Eurasia 2026 di Busan: Akademisi UBB hadiri sebagai pembicara

14 Agu 2026 31
Konvensi Eurasia 2026 di Busan: Akademisi UBB hadiri sebagai pembicara

Eurasia Foundation (From Asia) kembali menggelar Annual Eurasia Convention (Konvensi Eurasia) 2026 di Lotte Hotel Busan, Korea Selatan pada 3-4 Agustus 2026 lalu. Forum ini mempertemukan lebih dari 630 akademisi dan praktisi dari dari lebih 30 negara yang tergabung dalam jejaring Eurasia Fondasion. Setelah sebelumnya hadir pada konvensi Eurasia di Bangkok tahun 2023 lalu, Program studi Ilmu Politik UBB Kembali mendapatkan kehormatan untuk diundang berpartisipasi dalam pertemuan tahunan  bergengsi ini. Tahun ini, UBB diwakili oleh Prof Ibrahim, dosen Ilmu Plitik sejak 2018 menjadi representasi Eurasia Di Bangka Belitung, serta Sandy Pratama, M.Si., pengampu mata kuliah Eurasia dan Dinamika Politik Global yang berperan dalam hibah kelas internasional Eurasia Fondasion. 

Apresiasi tinggi patut kita berikan kepada Prof. Ibrahim yang dipercaya sebagai salah satu pembicara dalam sesi breakout dissemination. Pada hari ke dua, beliau mempresentasikan papernya yang berjudul” “The Transformation of Educational Politics in Developing Countries: Challenges, Policy Reforms, and Collaboratives Opportunities in Indonesia”. Dalam paparannya, Prof. Ibrahim menyoroti isu-isu kontemporer tata Kelola pembangunan dan kebijakan Pendidikan Indonesia, terutama mengenai tantangan reformasi Pendidikan, program prioritas seperti MBG, sekolah rakyat, sekolah garuda, digitalisasi pendidikan, dan isu krusial lainnya. Berbagai gagasan tersebut memicu diskusi hangat dan mendapat tanggapan positif dari peserta  forum tersebut.

Konvensi ini sendiri mengangkat tema besar “The Role of Education in the Age of Chaos - Hope for a New Era”  yang menghadirkan empat sesi panel utama dengan fokus kajian yang berbeda. Diantaranya Politics & Economics yang (menyoroti tantangan ekonomi termasuk Trump era 2.0), History, Social Matters, Thought & Ethics  (menyoroti isu sejarah, sosial, pemikiran, dan etika), Culture & Education (menyoroti  pendidikan dan kebudayaan), Serta Literature, Popular Culture, AI (Artificial Intelligence), Environment & Energy (berfokus pada sastra, budaya populer, kecerdasan buatan, lingkungan, dan energi).

Selain menggelar diskusi terkini pada berbagai isu yang relevan dengan ide penguatan komunitas eurasia, forum juga melakukan evaluasi pada implementasi program hibah kelas internasional dari berbagai institus. UBB yang tahun ini memasuki tahun ke-7 sebagai penerima grant subsidize class, berkesempatan menyampaikan laporan pelaksanaan dan silabus baru yang ditawarkan. Sebagai informasi, Ilmu Politik UBB tahun ini kembali mendapatkan pendanaan kelas internasional pada mata kuliah Eurasia dan Dinamika Politik Global. Dengan mengusung tema besar “Bridging Mutual Interests: Discovering a Harmonic Prosperity in the Eurasia Community”, UBB kembali mendapatkan grant subsidi sebesar USD 10.000 atau setara kurang lebih seratus delapan puluh juta rupiah.

Kelas akan mengundang 14 pembicara dari dalam dan luar negeri secara offline di tiap silabus dan pertemuan mingguannya. Dengan program ini, Prodi Ilmu Politik mencoba senantiasa menjaga asa untuk meluaskan jejaring pengetahuan demi mengkokohkan keunggulan institusi dan sivitas akademikanya.

Next, kita tunggu update-an keseruan implementasi kelas internasional Eurasia di UBB semester gasal mendatang ya. Vivat Academia!