Formadiksi UBB Kenalkan Tradisi Budaya ‘Nganggung’ Kepada Peserta Gembira 2018

7c6c620a40b9eb94d84adce4bd63f9ce.jpg

Mahasiswa Bidikmisi Nusantara dari 64 PTN se-Indonesia bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Pangkalpinang, duduk saling berhadapan didepan dulang/nampan diacara adat ‘nganggung’ sebutan tradisi masyarakat Bangka Belitung, yang berisikan berbagai panganan yang ditutup dengan tudung saji berwarna dan bermotif, yang dihelat di Masjid Jamik Pangkalpinang, Rabu (7-3-2018).

PANGKALPINANG, UBB - Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Bangka Belitung (Formadiksi UBB) diserangkaian kegiatan Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara (GEMBIRA) tahun 2018, kenalkan tradisi budaya ‘nganggung dulang’ masyarakat Bangka Belitung kepada peserta Gembira yang berasal dari perwakilan mahasiswa bidikmisi dari 64 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Indonesia, bertempat di Masjid Jamik Pangkalpinang, Rabu (7/3) malam.

Nganggung adalah budaya membawa makanan lengkap diatas dulang yang ditutup dengan tudung saji berwarna dan bermotif, yang didalamnya biasa berisikan nasi, lauk pauk, buah-buahan, dan juga aneka kue. Sedangkan dulang adalah talam atau nampan yang biasanya terbuat dari kuningan/berbahan besi dan berbentuk bulat.

Ngnggung dulang disebut sebagai tradisi budaya masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tradisi ini biasanya dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar islam seperti lebaran, 1 muharam, maulid nabi, isra mi’roj, acara pernikahan, perayaan tradisi adat disuatu daerah tertentu, atau menyambut tamu kehormatan.

Setelah serangkaian acara Gembira dihari ke-3 yang dilaksanakan pada Rabu (7/3), diantaranya seminar nasional, dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Masjid Raya Tua Tunu dan Musium Timah Pangkalpinang dari pagi hinga sore hari. Sesuai sekedul, para peserta langsung diarahkan menuju Masjid Jamik Pangkalpinag untuk sholat magrib berjamaan sekaligus mengenalkan kepada peserta tradisi budaya ‘nganggung dulang’.

Tradisi nganggung dulang merupakan wujud semangat gotong royong dan mempererat tali silaturahmi antar sesama warga, agar terciptanya kerukunan dan kedamaian. Tradisi ini sebagai warisan budaya sejak dulu dan diteruskan oleh masyarakat Bangka Belitung sampai sekarang, dan menjadi icon serta kearifan lokal yang menjadi daya tarik tamu dalam maupun luar negeri sebagai salah sektor pengembangan pariwisata khususnya Prov. Kep. Babel.

Peserta Gembira setelah sholat magrib beserta jamaah lain, diarahkan panitian dan tokoh agama keruangan khusus yang berada dilantai dasar masjid yang sudah tersusun puluhan dulang yang ditutup dengan tudung saji berwarna dan bermotif.

Panitian bersama tokoh agama dan masyarakat Pangkalpinang ramah tamah dengan peserta Gembira 2018 yang berasal dari berbagai daerah, nampak rasa takjub diwajah para mahasiswa Bidikmis yang terpilih untuk mewakili PTN masing-masing melihat keanekaragaman budaya yang ada di Babel.

Bahkan di kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk mengabadikan momen ini melalui Hp/Kodak, dan mereka pun mendapat wawasan dari tokoh agama setelah mendapat penjelasan atas acara tradisi nganggung oleh masyarakat Babel.

Dikesempatan itu, Pengurus Masjid Jamik Pangkalpinang memberikan motivasi kepada peserta Gembira, dan sekaligus  terkesan dengan kegiatan yang diselenggarakan Formadiksi UBB ini. Menurut nya, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai budaya namun secara moril mahasiswa dikenalkan dengan  nilai religi untuk membiasakan diri beribadah berjamaah dimasjid diusia muda dengan berbagai aktifitas dan kesibukannya, serta diharapkannya nanti menjadi generasi emas yang berilmu dan berakhlak.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa depan, jadi kalianlah yang akan meneruskan estafet dari pada! baik itu budaya-budaya yang baik, kepemimpinan-kepemimpinan baik, jagalah budaya-budaya tertentu untuk dilestarikan, dilaksanakan, kapan kalian pulang kekampung halaman, selagi itu tidak bertentangan dengan hukum syarat, itu tidak masalah,” jelas ketua tiga masjid Jamik Pangkalpinang.

“Budaya ini sudah turun temurun diadakan, Kita bekumpul disini, menikmati hidangan ala kadarnya besama-sama dan saling silaturahmi, itu lah tujuan kita mengadakan acara ini, dan melestarikan budaya nganggung ini,” tambahnya.

Provinsi Kepulauan Babel memiliki kearifan lokal yang khas dan menjadi icon negeri serumpun sebalai dan dibumi laskar pelangi. Keberagaman dapat menjadi rahmat/kebaikan saat suku dan budaya dapat menghargai satu sama lain, hal tersebut dapat dipandang positif bila tata kelolanya berjalan dengan baik dan benar oleh masyarakat dan pemerintah daerahnya.

Oleh karenanya, begitu penting bagi kita untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah berjalan baik, dan melalui kegiatan Gembira 2018  ini, Prov. Kep. Bangka Belitung dapat lebih dikenal dan membawa kemaslahatan dan kemakmuran bagi masyakatnya. (Ags/Humas)